Kegiatan kelompok kerja guru (KKG)


Kartasura - (3/11) Gugus Majapahit dinas UPTD Kartasura secara rutin mengadakan kegiatan kelompok kerja guru (KKG), kali ini bertempat di SDIT Ar-Risalah. Kegiatan rutin sebulan sekali setiap awal bulan dan bertempat di sekolah anggota gugus secara bergiliran.
pengumuman dan info kedinasan disampaikan oleh ketua gugus majapahit, dikarenakan bapak pengawas berhalangan hadir. Meskipun tidak didampingi oleh pengawas sekolah, kegiatan tetap berlangsung sebagai mana mestinya.
Dalam acara tersebut, ada kesan pesan dari guru yang “purna tugas” atau pensiaun, ada 2 yaitu Bapak Sehono dari SD N Pabelan 3 dan Ibu guru dari TK Pertiwi.
Selain itu juga sosialisasi dari yayasan peduli kanker Indonesia. WALAU dikenal sebagai penyakit berbahaya, gejala kanker banyak diabaikan orang secara umum. Kenali lebih dekat gejala-gejalanya agar Anda dapat mengantisipasi lebih awal. Jika diketahui di awal, sebenarnya bahaya kanker dapat diredam. Karenanya, Anda perlu mengetahui gejala-gejala kankeryang bisa membahayakan kesehatan. 
Sakit perut atau perdarahan yang luar biasa ketika haid
Ini merupakan tanda-tanda kanker endometrium atau rahim. Sayangnya, banyak wanita juga mengatakan bahwa dokter seringkali salah mendiagnosis dengan perimenopause normal. Mintalah USG transvaginal pada dokter jika Anda mencurigai sakit perut atau perdarahan yang berlebihan ketika Anda sedang haid.
Pembengkakan wajah
Beberapa pasien dengan kanker paru-paru melaporkan tanda-tanda awal yang mereka alami, yaitu wajah yang bengkak dan kemerahan. Hal ini disebabkan karena sel kecil tumor paru-paru umumnya memblokir pembuluh darah di dada, sehingga mencegah darah mengalir deras dari kepala dan wajah.
Kulit benjol atau sakit tapi tidak sembuh-sembuh, kulit berkerak, atau berdarah dengan mudah
Selain munculnya tahi lalat, gejala kanker kulit lainnya ialah kulit berbenjol kecil, bersisik, dan kering. Waspada jika kulit di seluruh tubuh tampak aneh atau berbintik, bisa jadi ini merupakan salah satu gejala berbagai jenis kanker kulit, seperti melanoma, karsinoma sel basal, dan karsinoma sel skuamosa.
Perubahan kuku
Perubahan yang tidak dapat dijelaskan pada kuku bisa menjadi tanda dari beberapa jenis kanker. Garis atau lingkaran warna cokelat atau hitam di bawah kuku, pembesaran ujung jari, ujung kuku yang melengkung ke bawah dapat menjadi gejala kanker kulit. Sedangkan kuku pucat atau putih dapat menjadi indikasi bahwa hati tidak berfungsi dengan baik, yang kadang-kadang merupakan tanda kanker hati.
Nyeri di tubuh bagian belakang atau sisi kanan bawah bagian belakang
Banyak pasien kanker yang mengatakan ini merupakan tanda pertama dari kanker hati dan kanker ovarium yang dialami mereka. Kanker payudara juga sering didiagnosis melalui sakit punggung, karena tumor payudara menekan dada ke belakang ketika kanker menyebar ke tulang belakang atau tulang rusuk. (Januar)

Matikan TV Anda dan Berbahagialah

Hidayatullah.com - Hidup Bahagia Tanpa TV (2)
Sabar. Ah…, rasanya kata ini yang kerap kali hilang ketika kita memerintahkan anak-anak kita untuk mendirikan shalat. Karena keinginan yang kuat agar mereka menjadi anak-anak shalih yang mendoakan, kita haruskan mereka melakukan shalat bahkan ketika usianya belum genap empat tahun. Karena besarnya tekad agar mereka tidak mengabaikan shalat, kita memarahi anak-anak dengan ucapan dan cubitan atas sebab kurang seriusnya mereka shalat, padahal usianya baru saja memasuki lima tahun. Atau…, kita mudah marah kepada mereka disebabkan kita tidak mau bersusah-payah berusaha? Kita ingin memperoleh hasil yang cepat dengan usaha yang sedikit.

Apa yang membuat para orangtua semakin menipis kesabarannya? Selain karena lemahnya tujuan dan tidak adanya visi ke depan dalam mendidik anak, banyaknya waktu menonton TV juga sangat berpengaruh. Selama menonton TV, otak kita cenderung pasif. Ron Kauffman, pendiri situs TurnOffYourTV.com, menunjukkan bahwa selama menonton TV pikiran dan badan kita bersifat pasif (berada pada kondisi alfa). Tidak siap untuk berpikir. Jika keadaan ini terus berlanjut, orangtua akan cenderung bersikap dan bertindak secara reaktif. Bukan responsif. Mereka mudah marah ketika mendapati anak melakukan apa yang dirasa mengganggu. Mereka juga mudah bertindak kasar jika anak tidak segera melakukan apa yang diinginkan orangtua. Apalagi jika sebelumnya mereka sudah memiliki kecenderungantemperamental, semakin cepatlah mereka naik darah.

Di luar itu, secara alamiah kita –anak-anak maupun dewasa—cenderung tidak siap melakukan pekerjaan lain secara tiba-tiba jika sedang asyik melakukan yang lain. Kalau Anda sedang asyik nonton pertandingan sepak bola, telepon dari bos Anda pun bisa terasa sangat mengganggu. Apalagi kalau gangguan itu berupa permintaan istri untuk membersihkan kamar mandi, keasyikan menonton atraksi kiper menepis bola bisa membuat emosi Anda mendidih. Apatah lagi jika gangguan itu datang dari rengekan anak Anda yang minta diantar pipis…!

Jika menonton TV sudah menjadi bagian hidup orangtua yang menyita waktu berjam-jam setiap harinya, pola perilaku yang reaktif, impulsif dan emosional itu lama-lama menjadi karakter pengasuhan. Semakin tinggi tingkat keasyikan orangtua menonton TV, semakin tajam ”kepekaan” mereka terhadap perilaku anak yang ”mengganggu” dan ”membangkang”. Akibatnya, semakin banyak keluh-kesah, kejengkelan dan kemarahan yang meluap kepada anak-anak tak berdosa itu. Lebih menyedihkan lagi kalau lingkaran negatif menumbuhkan keyakinan bahwa anak-anak (sekarang) memang susah diatur.